Wall Street Melonjak Dipicu Optimisme Proyek Gamestop yang Mereda

Saham Wall Street pada perdagangan Selasa 02 Februari 2021 meroket, ditengah semakin kuatnya sentimen positif akibat kasus saham GameStop yang dinilai tidak sistemik lagi.

Dikutip dari laman Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 481.86 poin atau 1,59% menjadi 30,693.77. Sementara, Indeks S&P 500 naik 54.28 poin atau 0,94% menjadi 3,828.14 dan indeks Komposit Nasdaq menguat 153.36 poin atau 1,14% menjadi 13,556.75.

Menurut catatan CNBC, Saham GameStop akhir-akhir ini telah mencuri perhatian karena menjadi ajang perlawanan para investor ritel terhadap hedge fund pelaku jual kosong (short selling) yang anjlok sebesar 30% di sesi pra-pembukaan, setelah sebelumnya drop sebesar 30%. Pada pekan lalu, dan saham perseroan menguat hingga 400%.

Short selling sendiri merupakan transaksi di mana investor melakukan penjualan saham-saham yang tak dimiliki. Dengan meminjam saham dari sekuritas dan menjualnya, untuk dibeli ketika sahamnya telah ambruk ke depan dan di kembalikan ke sekuritas dengan nilai yang lebih kecil.

Investor juga mulai mengevaluasi apakah aksi jual yang hampir 7% di tahun 2020 atas ekspektasi pemulihan pandemi global di tengah belanja besar-besaran dan kebijakan moneter yang lebih longgar akan berkelanjutan pada tahun 2021.

Sementara itu, Pertemuan dua jam yang sangat substantif dan produktif pada hari Senin antara Presiden AS ‘Joe Biden, dan partai Republik untuk membahas paket stimulus Covid-19, di mana Partai Republik sebelumnya telah mengajukan proposal stimulus yang jumlahnya lebih kecil dari rencana Presiden AS ‘Joe Biden, sebesar $ 1,9 triliun.

Namun, Joe Biden mengatakan bahwa paket yang diusulkan oleh partai demokrat tidak cukup untuk menyelesaikan krisis akibat pandemi covid-19 dan bersikukuh untuk mempertahankan jumlah anggaran yang telah ia usulkan sebesar $1,9 triliun.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment