Wall Street Melemah Pasca Rilis Data Inflasi AS Tembus Level Baru

Bursa saham Wall Street pada perdagangan Rabu 10 November 2021 melemah, Setelah rilis data inflasi AS tertinggi sejak 1990 . Hal ini memicu kecemasan akan dampaknya terhadap pemulihan ekonomi.

Dikutip dari laman Reuters, Indeks Dow Jones Industrial Average melemah sebesar 102,34 poin atau 0,28% menjadi 36.217,64 Sementara, Indeks S&P 500 turun 17,10 poin atau 0,36 % menjadi 4,668.15 dan indeks Komposit Nasdaq merosot 118,24 poin atau -0,74 % menjadi 15.768.30.

Secara tahunan Indeks harga konsumen (IHK) melesat 6,2%, atau lebih tinggi dari estimasi analis dalam polling Dow Jones yang memperkirakan angka sebesar 5,9%. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 1990. Secara bulanan, IHK melompat 0,9% atau di atas estimasi analis sebesar 0,6%.

Imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun yang menjadi acuan harga di pasar, melonjak tinggi menyusul rilis tersebut. Kenaikan imbal hasil mengindikasikan adanya koreksi harga karena aksi jual investor, Inflasi tinggi menggerogoti keuntungan dari kupon obligasi.

“Kisah buruk data inflasi masih membayangi dan perlu diatasi. Kami menilai investor akan melihat inflasi melandai dalam beberapa bulan setelah The Fed mempertahankan kebijakan akomodatif, Kata ‘Brent Schutte, Direktur Investasi Northwestern Mutual Wealth Management Company, Seperti dikutip CNBC International.

Pasar juga terus menunggu rilis data kinerja keuangan kuartal III-2021. Rilis data kinerja Disney dan Bumble termasuk yang dipantau investor hari ini.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment