Minyak Naik ditengah Harapan Pemulihan Permintaan Bahan Bakar di China

Harga minyak pada Rabu 18 Mei 2022 menguat lebih dari 1%, ditengah harapan adanya pemulihan permintaan bahan bakar di China, Karena China secara bertahap mengurangi sebagian tindakan pembatasan Covid-19.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Berjangka AS menguat 1,52% menjadi $111,30 per barel. Sedangkan, Harga minyak Brent Berjangka naik 1,16% menjadi $113,23 per barel.

Shanghai mencatat dalam tiga hari berturut-turut tidak ada laporan kasus Covid-19 baru di luar zona karantina pada hari Selasa dan saat ini sedang menyusun rencana untuk mengakhiri pembatasan yang sudah berlangsung lebih dari enam minggu.

“Dalam waktu dekat, berita yang tidak terlalu buruk di China dalam bentuk permintaan dan harga minyak yang jauh lebih tinggi, yang positif bagi produsen, tetapi berbahaya bagi sentimen konsumen, Kata ‘Stephen Innes, Direktur Pelaksana SPI Asset Management mengatakan dalam catatan.

Sementara itu, American Petroleum Institute melaporkan data pasokan minyak mentah AS menunjukkan penurunan sebanyak 2,445 juta barel untuk pekan terakhir 12 Mei. Sedangkan selama pekan sebelumnya dilaporkan peningkatan 1,618 juta barel.

Investor saat ini sedang menantikan rilis data pasokan minyak mentah dari Badan Informasi Energi AS, yang akan dirilis hari ini.

Disisi lain, ‘Jerome Powell, Ketua Federal Reserve AS juga mengatakan pada hari Selasa bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga sesuai kebutuhan untuk mengekang inflasi.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment