Minyak Anjlok Dipicu Tanda-tanda Peningkatan Stok Minyak AS

Harga minyak pada Kamis pagi 07 Desember 2023 jatuh lebih dari 3%, Minyak berada di level terendahnya lima bulan ditengah kekhawatiran atas memburuknya kondisi ekonomi di seluruh dunia dan tanda-tanda peningkatan secara tak terduga stok minyak AS.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Berjangka AS merosot 4,22% menjadi $69,27 per barel. Sedangkan, Harga minyak Brent Berjangka turun 3,82% menjadi $74,25 per barel.

Harga minyak selama enam minggu terakhir jatuh setelah Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya yang di kenal OPEC+ berencana untuk memangkas produksinya lebih lanjut pada tahun 2024, hal ini menambah tekanan bagi harga minyak

Pemangkasan yang dilakukan OPEC+ mengindikasikan bahwa pasar minyak tidak akan seketat yang diantisipasi pada awal tahun 2024. ditengah meningkatnya kekhawatiran atas memburuknya kondisi ekonomi di seluruh dunia dan berpotensi melemahkan permintaan minyak di tahun 2024.

Sementara itu, Data Industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa cadangan minyak naik sebesar 594.000 barel dalam sepekan yang berakhir 1 Desember, dibanding dengan ekspektasi untuk penurunan lebih dari 2 juta barel. untuk persediaan bensi juga menunjukkan peningkatan sebanyak 2,8 juta barel, bersama dengan penurunan kecil stok distilat.

Data tersebut, biasanya menandai tren serupa untuk data inventaris resmi, mengindikasikan bahwa persediaan AS kemungkinan naik selama tujuh minggu berturut-turut, di saat melemahnya permintaan bahan bakar di negara itu pada musim dingin.

Namun, Peningkatan stok yang kuat juga didorong oleh produksi minyak AS yang mencapai rekor tertingginya dalam beberapa minggu terakhir. Tren ini meningkatkan kekhawatiran bahwa pasar minyak tidak akan seketat yang diperkirakan sebelumnya, dengan AS sekarang tampaknya mengisi kesenjangan produksi yang ditinggalkan oleh OPEC+.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment