Mengenal Indikator dan Jenis-jenisnya dalam Trading Forex

Kebanyakan investor yang terjun ke bisnis forex sering mengambil keputusan dalam open trading berdasarkan berita ekonomi dan politik yang ada di seluruh dunia. Hal ini merupakan faktor analisa fundamental. Namun, Tidak hanya pergerakan dari segi fundamental, Trader juga perlu analisa dari berbagai macam indikator atau sering di sebut analisa teknikal. Alangkah lebih baik Jika trader menganilisa berdasarkan faktor fundamental dan juga diimbangi dengan analisa teknikal.

Indikator dalam forex dapat diartikan sebagai alat utama yang paling penting bagi trader untuk melihat tren serta menentukan arah harga di masa yang akan datang. Melalui sebuah indikator, trader dapat melihat gambaran atau prediksi serta kondisi pasar selanjutnya, Sehingga trader dengan mudah dapat menentukan posisi baik open buy maupun sell.

Mengenal Indikator dan Jenis-jenisnya dalam Trading Forex

Secara umum, Fungsi indikator dalam forex dapat memberikan informasi kondisi pasar, sehingga dapat memberikan signal-signal untuk entry maupun exit, dan Trader pun dapat masuk ataupun keluar market sesuai dengan kondisi.

Mengenal Jenis Indikator Fundamental Penggerak Pasar

Setiap minggu terdapat puluhan data indikator baik ekonomi dan indeks survey yang telah dirilis di berbagai situs-situs besar. Sebagai seorang trader tentu kita ingin fokus pada salah satu indikator fundamental yang sangat berpengaruh pada pergerakan harga pasar guna antisipasi dalam open maupun exit, untuk menghindari kerugian saat trading forex.

Indikator fundamental yang biasanya berpengaruh besar pada pasar forex umumnya :

  • Data Tenaga Kerja: Non Farm Payrolls dan Unemployment Rate.

Para pakar ekonom berpendapat bahwa tersedianya lapangan pekerjaan dan tenaga kerja adalah indikator utama penentu sehat atau sakitnya perekonomian suatu negara.

  • Data Inflasi, PPI, CPI dan Tingkat Suku Bunga

Diantaranya rilis data Producer Price Index, (PPI) Consumer Price Index (CPI) dan tingkat suku bunga, Tingkat suku bunga termasuk yang paling utama karena dapat memberikan gambaran laju inflasi.

  • Aktivitas Konsumen

Perubahan dari tingkat aktivitas konsumen berpengaruh besar pada keuntungan produsen dan juga harga barang. Salah satu cara mengukurnya adalah dengan melihat tingkat kepercayaan konsumen (Consumer Confidence).

  • Aktivitas Investor

Tingkat aktivitas investor juga berpengaruh langsung pada aktivitas perekonomian secara menyeluruh, bisa dilihat dari tingkat kepercayaan investor atau sentimen pada bisnis. Sentimen bisnis yang tinggi memberi gambaran pada kepercayaan investor yang berdampak pada pergerakkan roda perekonomian, terciptanya lapangan kerja sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Jenis-Jenis Indikator Teknikal dalam Trading Forex

Indikator Teknikal dalam Trading Forex

Terdapat puluhan indikator teknikal yang biasa digunakan trader. Namun, dapat dibedakan menjadi dua indikator bisa dilihat dari tampilannya, yaitu Indikator Overlay dan Indikator Oscillator.

Baca Juga : 5 Broker Forex yang Aman untuk Pemula dan Profesional

  • Indikator Overlay

Indikator Overlay adalah indikator yang berbentuk grafik yang dapat digunakan dengan disatukan di atas grafik harga.

Contoh :

  1. Moving Averages (MA). Di gunakan untuk mengetahui arah tren.
  2. Bollinger Bands (BB). Dapat di gunakan untuk mendeteksi volatilitas dan kisaran pergerakan harga.
  3. Parabolic SAR. dapat diartikan sebagai petunjuk tempat berhenti dan berbaliknya arah market.
  4. Ichimoku Kinko Hyo. Dapat memberikan gambaran lengkap tentang support atau resistance, arah pergerakan arah tren selanjutnya.
  • Indikator Oscillator

Indikator ini menampilkan antara nilai minimal dan maksimal tertentu di bawah grafik harga dan juga memperhitungkan fluktuasi pada volume trading suatu instrumen.

Contoh:

  1. Moving Average Convergence Divergence (MACD). Indikator ini digunakan untuk menentukan arah tren dan momentum pasar serta mengukur kekuatan tren yang sedang terjadi. mendeteksi overbought atau oversold, hingga indikasi terjadinya divergensi (bullish atau bearish).
  2. Relative Strength Index (RSI). Indikator ini banyak digunakan sebagai pemantau kondisi jenuh pasar.
  3. Stochastic Oscillator. Indikator ini dapat memperkirakan tren pasar serta kecenderungan pergerakan harga dengan sangat detail.
  4. Money Flow Index (MFI). Indikator ini mirip dengan indikator Relative Strength Index (RSI), hanya saja pada indikator MFI dapat memperhitungkan besaran volume, bukan besaran harga sebagaimana RSI.

Itulah pemahaman mengenai indikator forex dan jenis-jenisnya, Ada baiknya Anda menggabungkan beberapa indikator baik indikator fundamental maupun indikator teknikal untuk mengetahui pergekan harga selanjutnya. Semoga Bermanfaat. Happy Trading!

Silahkan beri penilaian untuk artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 5.00 out of 5)
Loading...
Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment