Harga Minyak Turun Dipicu Prospek Permintaan yang Lebih Lemah

Harga minyak pada perdagangan selasa 12 Juli 2022 melemah lebih dari 6%, karena ekspektasi melemahnya permintaan imbas pembatasan baru Covid-19 di China, Negara importir minyak mentah utama dunia dan kekhawatiran perlambatan ekonomi global.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Berjangka AS melemah 6,89% menjadi $96,91 per barel. Sedangkan, Harga minyak Brent Berjangka turun 6,55% menjadi $100,09 per barel.

“Meningkatnya kekhawatiran akan resesi dan permintaan yang terus melemah di China menekan harga minyak lebih rendah, meskipun keseimbangan antara pasokan permintaan saat ini tetap genting, kata analis Eurasia Group dalam sebuah catatan.

Beberapa kota di China kembali menerapkan pembatasan baru Covid-19 untuk meredam penyebaran infeksi baru karena negara tersebut telah mendeteksi kasus subvarian BA.5.2.1 yang sangat menular.

“Kala China mungkin mengambil pendekatan yang lebih ditarget dalam mencoba menekan apa pun jenis wabah, kita perlu melihat bagaimana ini terjadi mengingat kebijakan nol Covid negara itu, Ungkap ‘Warren Patterson, Kepala Riset Komoditas ING kepada Reuters.

Sementara itu, Sebagian besar produsen Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak(OPEC) memproduksi dengan kapasitas maksimum dan mulai kehabisan kapasitas cadangan mereka. Namun, Presiden AS Joe Biden akan bertemu dengan pemimpin negara Teluk di Arab Saudi pada pekan ini, untuk membahas produksi minyak yang lebih besar dari OPEC.

Adapun dari sisi pasokan, sanksi Barat terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina telah mengganggu pasokan minyak mentah dan bahan bakar. Ada pembatasan rute pasokan energi dari Rusia yang menyangkut trader dan utilitas.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment