Harga Minyak Naik, Presiden AS Tolak Penambahan Cadangan Strategisnya

Harga minyak pada Rabu 2 Agustus 2023 menguat, ditengah Presiden Amerika Serikat “Joe Biden” menolak menambah cadangan minyak strategisnya karena harga minyak tersebut terlalu mahal. Kebijakan tersebut diambil di saat harga minyak naik di atas $80 per barel.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Berjangka AS menguat 0,61% menjadi $81,87 per barel. Sedangkan, Harga minyak Brent Berjangka naik 0,52% menjadi $85,35 per barel.

Departemen Energi Amerika Serikat tidak menerima tawaran minyak yang masuk karena proses rinciannya belum dipublikasikan. Adapun presiden AS juga menolak berbagai tawaran yang masuk pada Januari.

“DOE tetap berkomitmen pada strategi pengisian ulang untuk SPR, termasuk pembelian langsung ketika kami dapat mengamankan kesepakatan yang baik untuk para pembayar pajak, pertukaran pengembalian, dan pembatalan penjualan yang direncanakan di mana penarikan tidak diperlukan dalam koordinasi dengan kongres, “kata ‘Bridget Bartol, Wakil Kepala Staf Departemen Energi, menurut laporan Bloomberg.

Para pejabat AS saat ini sedang bekerja keras untuk mengisi kembali cadangan minyak strategis setelah penarikan 180 juta barel yang diperintahkan oleh Presiden AS ‘Joe Biden, yang menjadikan sekitar setengah dari kapasitasnya, ketika sedang berusaha untuk melunakkan harga bensin yang tinggi sebagai akibat dari invasi Rusia ke Ukraina.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment