Harga Minyak Naik ditengah Konflik Timur Tengah

Harga minyak naik lebih dari 1 persen pada perdagangan Kamis (16/05) karena ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, koalisi pimpinan Saudi meluncurkan serangan udara sebagai suatu balasan atas serangan yang terjadi baru-baru ini pada infrastruktur minyak mentahnya.

Harga Minyak Turun ditengah Ketegangan Perdagangan AS-China

Dikutip dari laman Reuters, Minyak mentah berjangka Brent ditutup pada $ 72,62 per barel, naik 85 sen, atau 1,18 persen, setelah menyentuh level tertinggi dalam tiga minggu. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS menetap di $ 62,87 per barel, naik 81 sen, atau 1,37 persen, setelah mencapai level terkuat dalam dua minggu.

Koalisi militer yang dipimpin Saudi di Yaman melakukan beberapa serangan udara di ibukota Sanaa yang dikuasai Houthi pada hari Kamis, Iran mengklaim bertanggung jawab atas serangan pesawat tak berawak pada dua stasiun pompa minyak Saudi awal pekan ini.

Wakil menteri pertahanan Arab Saudi menuduh Iran memerintahkan serangan pesawat tak berawak ke stasiun pompa di lepas pantai Uni Emirat Arab pada hari Minggu. Itu terjadi setelah serangan terhadap empat kapal tanker minyak miliknya.

Secara keseluruhan, peningkatan ketegangan yang terjadi membuat kekhawatiran berkurangnya pasokan minyak di Timur Tengah.

Ketegangan yang terjadi akibat serangan membuat kapal-kapal menuju Timur Tengah untuk Pengirim dan penyuling dari Asia dalam keadaan siaga dan mengharapkan kemungkinan kenaikan premi asuransi laut setelah serangan.

Pasar masih menghadapi ketidakpastian mengenai apakah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen lainnya akan melanjutkan pemotongan pasokan yang telah mendorong harga lebih dari 30 persen sepanjang tahun ini. Sementara, pertemuan komite pemantauan bersama OPEC berikutnya akan menilai komitmen negara-negara anggota dan non-anggota terhadap pengurangan produksi.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment