Harga Minyak Naik Dipicu Rencana Pelonggaran Covid-19 di China

Harga minyak pada perdagangan Rabu 30 November 2022 menguat lebih dari 2%, ditengah ekspektasi pelonggaran kebijakan Covid-19 di China. Namun, kekhawatiran investor juga ada karena rencana OPEC+ yang diperkirakan akan mempertahankan produksinya.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Berjangka AS menguat 2,43% menjadi $80,10 per barel. Sedangkan, Harga minyak Brent Berjangka naik 2,64% menjadi $86,47 per barel.

China menyatakan bahwa negara tersebut berencana untuk mempercepat vaksinasi Covid-19 untuk lansia dengan tujuan untuk mengendalikan hambatan utama dalam upaya melonggarkan pembatasan. Seiring meningkatnya protes warga sipil terhadap kebijakan lockdown.

Analis pun mengatakan protes atas kebijakan lockdown di jalanan China yang jarang terjadi di kota-kota besar di seluruh China selama akhir pekan yang bertujuan nol Covid-19, Presiden ‘Xi Jinping, direnspons dengan pembangkangan publik terkuat selama karir politiknya.

Sementara itu, Kekhawatiran investor meningkat bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, yang lebih dikenal sebagai OPEC+, Pada pertemuan berikutnya pada 4 Desember diperkirakan tidak akan menyesuaikan rencana produksi mereka.

Menurut sumber, Kemungkinan OPEC+ pada pertemuan hari Minggu akan tetap mempertahankan kebijakan produksi minyak tidak berubah, Sementara sebagian sumber mengatakan pengurangan produksi tambahan juga kemungkinan akan dipertimbangkan.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment