Harga Minyak Menguat ditengah Meningkatnya Ketegangan Timur Tengah

Harga minyak pada Rabu 21 Februari 2024 menguat, ditengah kekhawatiran gangguan pasokan akibat konflik yang berkelanjutan di Timur Tengah dan prospek permintaan yang lebih lemah

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Berjangka AS menguat 0,66% menjadi $77,55 per barel. Sedangkan, Harga minyak Brent Berjangka naik 0,51% menjadi $72,76 per barel.

Sejumlah serangan yang terus dilakukan oleh kelompok Houthi Yaman terhadap kapal-kapal yang melintas di Laut Merah menunjukkan gangguan yang terus berlanjut pada aktivitas pelayaran di daerah tersebut, yang berpotensi menunda beberapa pengiriman minyak ke wilayah Asia dan Eropa.

Amerika Serikat juga telah memveto resolusi PBB yang menyerukan gencatan senjata segera di Gaza, yang mengindikasi tanda-tanda deeskalasi dalam perang Israel-Hamas. Veto ini merupakan langkah ketiga yang dilakukan Washington dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, Fokus pasar tertuju pada data purchasing managers index (PMI) untuk bulan Februari dari beberapa negara besar, yang akan dirilis pada hari Kamis. Data PMI tersebut sebagai pertanda tentang potensi lintasan permintaan.

Data ini muncul di tengah meningkatnya kecemasan atas perlambatan permintaan minyak pada tahun 2024, terutama setelah Badan Energi Internasional menurunkan perkiraan permintaan minyak tahunan pada awal Februari.

Adapun, data inventaris AS juga akan dirilis pada pekan ini, menyusul serangkaian peningkatan besar di negara tersebut.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment