Harga Minyak Menguat ditengah Antisipasi Perkembangan Timur Tengah

Harga minyak pada Selasa petang 16 Januari 2024 menguat, ditengah pasar menantikan perkembangan di Timur Tengah. Seiring data ekonomi utama yang akan dirilis minggu ini juga membuat pasar gelisah.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Berjangka AS menguat 0,11% menjadi $72,88 per barel. Sedangkan, Harga minyak Brent Berjangka naik 0,45% menjadi $78,50 per barel.

Pasar mengamati pembalasan yang dilakukan kelompok Houthi yang didukung Iran atas serangkaian serangan yang dilakukan oleh pasukan AS dan Inggris minggu lalu, serta tanda-tanda lain dari efek perang Israel-Hamas. Kelompok yang mengatasnakan Houthi mengatakan kepada para wartawan bahwa mereka akan memperluas targetnya di Laut Merah untuk menyertakan kapal-kapal AS setelah serangan tersebut.

Kekhawatiran akan gangguan pasokan Timur Tengah merupakan titik kunci harga minyak dalam beberapa minggu terakhir, tatkala beberapa operator pelayaran menghindari Laut Merah dan Terusan Suez.

Tetapi kenaikan harga minyak masih terbatas karena kekhawatiran akan menurunnya permintaan minyak juga masih ada, terutama di tengah meningkatnya kegelisahan bahwa kondisi ekonomi global akan memburuk lebih lanjut tahun ini.

Sementara itu, Produksi minyak di AS meningkat tajam dan peningkatan produksi oleh beberapa anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) juga mengindikasikan bahwa pasar minyak akan menjadi lebih longgar pada awal tahun 2024 daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Pasar juga sedang menunggu serangkaian laporan ekonomi utama China sebagai negara importir minyak terbesar di dunia pada minggu ini, dengan data produk domestik bruto kuartal keempat China yang akan rilis pada hari Rabu.

Pertumbuhan ekonomi di China diperkirakan telah melampaui target tahunan 5% dari pemerintah. Namun, angka pertumbuhan yang lebih kuat juga diekspektasi akan didorong oleh basis yang lebih lemah sebagai pembanding pada tahun 2022.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment