Harga Minyak Menguat Dipicu Ketatnya Pasokan

Harga minyak pada Selasa petang 25 Juli 2023 menguat, Dipicu pengetatan pasokan pada paruh kedua tahun ini membayangi adanya pengetatan lebih lanjut dan ekspektasi lanjutan Chinayang membantu imbangi ketidakpastian sebelum pertemuan Federal Reserve AS.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Berjangka AS menguat 0,43% menjadi $79,09 per barel. Sedangkan, Harga minyak Brent Berjangka naik 0,29% menjadi $82,75 per barel.

Harga minyak pekan ini bergerak cukup kuat, naik lebih dari 2% pasca pejabat tinggi China berjanji untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi China. Hal ini terjadi ditengah keterbatasan pasokan minyak global, akibat dari pengurangan produksi baru-baru ini oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya Rusia mulai terasa.

“Politbiro RRT, badan pengambil keputusan tertinggi Partai Komunis China yang sedang berkuasa saat ini akan mengupayakan untuk mendukung perekonomian dalam beberapa bulan mendatang, Setelah rilis data terbaru yang menunjukkan pertumbuhan pada kuartal kedua melambat tajam.

Langkah ini memberi harapan bahwa konsumsi minyak di negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia ini akan membaik tahun ini. Meski China telah mengimpor minyak mencapai rekor pada tahun 2023, permintaan bahan bakar di negara tersebut telah kesulitan untuk mencapai tingkat sebelum Covid-19.

Sementara itu, Bank sentral diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada akhir rapat dua hari pada Rabu waktu setempat.

Kendati kenaikan suku bunga tampaknya sebagian besar sudah diperhitungkan oleh pasar, fokusnya apakah bank sentral akan memberi sinyal kenaikan suku bunga lanjutan atau mengakhiri siklus kenaikan suku bunga yang telah berlangsung selama hampir 16 bulan.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment