Harga Minyak Menguat didukung Pemotongan Target Produksi OPEC+

Harga minyak pada perdagangan Kamis petang 06 Oktober 2022 menguat, Pasca OPEC+ menyetujui pengurangan pasokan minyak mentah global sebesar 2 juta barel per hari(bph), Angka pemangkasan terbesar sejak 2020.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Berjangka AS menguat 0,52% menjadi $88,22 per barel. Sedangkan, Harga minyak Brent Berjangka naik 0,72% menjadi $94,04 per barel.

Perjanjian antara Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya termasuk Rusia, atau organisasi yang lebih dikenal sebagai OPEC+, Muncul menjelang embargo Uni Eropa terhadap minyak Rusia dan akan menekan pasokan di pasar yang sudah ketat, serta dapat menambah inflasi.

“Kami percaya bahwa dampak harga dari langkah-langkah yang diumumkan akan signifikan, kata ‘Jorge Leon, wakil presiden senior di Rystad Energy.

Beberapa anggota dari OPEC+ telah berusaha untuk memenuhi target produksi minyak guna memenuhi tingkat kuota karena kurangnya investasi dan sanksi.

Sementara itu, Presiden AS ‘Joe Biden, mengkritik kesepakatan itu sebagai ‘pandangan sempit’ dan mengatakan bahwa pemerintahan AS akan terus menilai apakah akan merilis stok minyak strategis lebih lanjut untuk menurunkan harga.

Menurut Biden, Gedung Putih akan berkonsultasi dengan Kongres mengenai jalur tambahan untuk mengurangi kontrol OPEC dan sekutunya atas harga energi dalam referensi undang-undang yang dapat mengekspos anggota kelompok untuk tuntutan hukum antimonopoli.

Adapun, Penarikan stok minyak AS pekan lalu juga mendukung harga. Stok minyak mentah AS turun 1,4 juta barel menjadi 429,2 juta barel dalam sepekan yang berakhir 30 September, kata Administrasi Informasi Energi.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment