Harga Minyak Melemah ditengah Kekhawatiran Terjadinya Resesi

Harga minyak pada Selasa petang 24 Mei 2022 melemah, Dipicu kekhawatiran atas kemungkinan resesi dan ekspektasi naiknya permintaan bahan bakar seiring musim mengemudi atau musim panas AS.

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) Berjangka AS merosot sebesar 0,46% menjadi $109,78 per barel. Sedangkan, Harga minyak Brent Berjangka turun 0,12% menjadi $110,65 per barel.

“Pertumbuhan ekonomi global turun drastis di bawah dampak kolektif dari kenaikan suku bunga, akibat wabah Covid-19 di China dan perang Eropa, kata Tamas Varga dari pialang minyak PVM.

Beijing menerapkan gerakan karantina untuk mengakhiri wabah yang sudah berlangsung sebulan. Sedangkan, pembatasan yang lebih ketat di Shanghai yang sudah berjalan lebih dari seminggu akan segara dicabut pada 1 juni, karena jumlah kasus infeksi Covid-19 telah menurun.

Adapun, China sebagai negara importir minyak terbesar dunia, menjanjikan stimulus seperti meluncurkan proyek investasi baru. Negara ini memberikan keringanan pajak tambahan senilai lebih dari 140 miliar yuan ($21 miliar) sebagai penyeimbang dari dampak lockdown terhadap sektor bisnis.

Terlepas dari kekhawatiran tentang ancaman terhadap resesi, Beberapa pelaku pasar di dunia memberi sinyal risiko resesi pada pertemuan puncak ekonomi tahunan Davos pekan ini.

Sementara itu, Uni Eropa melangkah lebih dekat dalam larangan impor minyak dari Rusia. Kata menteri ekonomi Jerman pada hari Senin. Embargo seperti itu kemungkinan akan disetujui dalam beberapa hari kedepan.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment