Harga Emas Turun ditengah Ekspektasi Kebijakan Agresif Fed

Harga emas melemah lebih dari 2% pada Senin petang 13 Juni 2022, ditengah ekspektasi pengetatan kebijakan moneter dari Federal Reserve AS, Seiring Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun terus naik ke level tertinggi 1 bulan yang berpotensi mengurangi permintaan emas.

Harga Emas berjangka AS melemah sebesar 2,31% menjadi $1.832,15 per ons. Perak merosot 3,04% menjadi $21,267 per ons. Sedangkan, Indeks dolar As yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, menguat 0,71% menjadi $104.752.

Data inflasi AS pada Jumat menunjukkan indeks harga konsumen AS naik 8,6% pada Mei tahun ke tahun, level tertinggi baru sekitar 40 tahun, meningkatkan kekhawatiran investor terhadap resesi yang disebabkan oleh pengetatan kebijakan moneter The Fed.

Pertemuan Fed bulan Juni akan diadakan pada hari Rabu, di mana investor memperkirakan bank sentral akan menaikan suku bunga sebesar 50 bps kedua berturut-turut untuk meredakan inflasi.

“Fakta bahwa emas memutuskan dirinya dari pergerakan terbalik terhadap dolar AS menunjukkan kepada saya bahwa pasar terlambat bergerak ke mode penghindaran risiko yang jauh lebih kuat karena data inflasi, Kata ‘Jeffrey Halley, Analis Senior OANDA mengatakan kepada Reuters.

‘Jeffrey manambahkan, “Data tersebut memberikan peringatan yang tidak simpatik ke pasar keuangan bahwa inflasi tetap mengakar dan memiliki risiko kenaikan yang nyata.

Sementara itu, Beijing kembali masuk ke siaga Covid, Beberapa bagian di kota Shanghai telah diberlakukan kembali pembatasan baru dan kota itu mengumumkan 3 putaran pengujian massal. Menambah kekhawatiran investor tentang penurunan ekonomi.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment