Emas Menguat, Pasar Antisipasi Isyarat Ekonomi dan Suku Bunga AS

Harga emas menguat pada Kamis petang 25 Januari 2024, Ditengah pasar antisipasi rentetan isyarat ekonomi dan suku bunga AS membuat traders menghindari logam mulia, Menyusul langkah-langkah stimulus tambahan dari China.

Harga Emas berjangka AS menguat 0,24% menjadi $2.020,85 per ons. Sedangkan, Perak naik 0,44% menjadi $22,990 per ons.

Logam mulia tertekan oleh meningkatnya spekulasi traders yang telah melepas ekspektasi bahwa The Fed dapat mulai menurunkan suku bunga paling cepat Maret 2024, Tren ini membuat harga emas pada awal tahun 2024 mengalami pelemahan. Sesiring serangkaian kenaikan tertinggi di WallStreet juga mengurangi permintaan emas, karena trader beralih ke aset-aset berimbal hasil tinggi yang lebih berisiko.

Fokus pasar beralih ke data utama PDB kuartal keempat yang akan dirilis hari Kamis, yang diperkirakan akan mengalami penurunan pertumbuhan. Namun, Ekonomi AS juga diharap akan tetap jauh lebih baik daripada ekonomi negara-negara maju lainnya.

Indeks harga PCE sebagai pengukur inflasi pilihan The Fed akan rilis pada hari Jumat dan diperkirakan akan menunjukkan inflasi tetap tinggi di bulan Desember. Ketahanan dalam ekonomi AS dan inflasi yang tetap tinggi memberikan ruang bagi The Fed untuk mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama, sebuah peringatan yang disuarakan oleh beberapa pejabat-pejabat The Fed pada awal Januari.

Sementara itu, Bank sentral China yang secara tak terduga memangkas rasio persyaratan cadangan untuk bank-bank lokal, yang diperkirakan akan melepas hampir $140 miliar likuiditas ke dalam perekonomian.

People’s Bank Of China juga melonggarkan persyaratan pinjaman untuk sektor properti yang banyak menggunakan komoditas dan mengatakan bahwa mereka memiliki lebih banyak langkah-langkah untuk mendorong pemulihan ekonomi China.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment