Emas Melemah ditengah Kekhawatiran Konflik Timur Tengah Mereda

Harga emas melemah pada hari Senin 22 April 2024, Dipicu memudarnya kekhawatiran atas konflik yang lebih besar di Timur Tengah. Hal ini mengurangi permintaan safe haven untuk logam mulia, ditengah suku bunga AS yang lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama juga telah menekan harga.

Harga Emas berjangka AS melemah sebesar 2,77%% menjadi $2.346,05 per ons. Perak turun 5,48% menjadi $27.262 per ons.

Emas selama dua minggu terakhir telah menguat tajam mencapai rekor tertingginya di atas $2.400 per ons, karena Iran dan Israel telah melakukan serangan satu sama lain.

Namun, Iran tidak terlalu khawatir atas dampak serangan yang dilakukan oleh Israel pada hari Jumat dan juga tidak ada rencana pembalasan dalam waktu dekat. Hal ini memberi harapan pasar bahwa konflik antara kedua negara tidak akan meningkat, sehingga dapat mengurangi permintaan safe haven untuk emas.

Namun, Laporan pada hari senin menunjukkan bahwa pasukan Irak telah melakukan beberapa serangan terhadap pangkalan militer AS di Suriah, Sementara Israel masih terlihat melanjutkan serangan terhadap Gaza.

Ketegangan yang terjadi di Timur Tengah tampaknya masih terus berlanjut, terutama ketika Israel dan Hamas gagal dalam mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Sementara itu, Imbal hasil Treasury AS naik karena para trader khawatir dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, Pasca dollar tetap stabil di dekat level tertingginya lima bulan.

Angka inflasi yang masih kuat untuk bulan Maret dan sinyal hawkish dari pejabat Fed membuat para investor sebagian besar memperkirakan penurunan suku bunga Fed akan terjadi pada bulan Juni.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment