Dolar Menguat Pasca Rilis Data Pekerjaan AS yang Mengecewakan

Indeks dolar AS pada perdagangan awal pekan Senin 08 Februari 2021 menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya. bahkan ketika data pekerjaan AS yang mengecewakan sehingga memicu langkah investor untuk mengurangi spekulasinya terhadap penguatan dolar.

Indeks dolar AS terhadap beberapa mata uang utama lainnya menguat tipis sebesar 0,13% menjadi 91,090. Sementara, Pair EUR/USD melemah 0,04% pada 1,2037. Pair GBP/USD turun 0,08% menjadi 1,3724. dan Pair USD/JPY menguat 0,17% menjadi $105,53.

Laporan pekerjaan AS yang dirilis pada pekan kemarin untuk Januari menunjukkan bahwa ada kenaikan sedikit pekerjaan yang diciptakan perekonomian daripada estimasi. Gaji pekerja non pertanian dirilis sebanyak 49.000, lebih baik dari kontraksi bulan sebelumnya sebesar 227.000. di bawah perkiraan analis sebesar 50.000. tingkat pengangguran berada di 6,3%, lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 6,7% dari pertumbuhan di Desember sebanyak 6,7%.

“Gaji sektor non-pertanian yang kecil telah benar-benar menarik tangga keluar dari bawah dolar, sekarang pasar mempertanyakan apakah dolar bisa naik lebih jauh. Banyak hal bergantung pada COVID-19, tetapi kami juga perlu tahu kapan stimulus fiskal AS akan lolos, kata ahli strategi valuta asing Daiwa Securities, Yukio Ishizuki, Seperti dikutip Reuters.

Investor juga terus mengurangi posisi short pada greenback, dengan sebagian orang mengatakan bahwa data ekonomi AS yang lebih baik dan ada tanda-tanda kemajuan yang berkelanjutan dalam memerangi Covid-19 menjelang kenaikan dolar lebih lanjut.

Sementara itu, Harapan lebih banyak stimulus fiskal telah mendorong saham global ke rekor baru pada Jumat, seperti yang diukur oleh indeks MSCI yang melacak saham-saham di seluruh dunia.

Minyak, juga, menguat menuju 60 dolar AS per barel dan mencapai level tertinggi dalam satu tahun terakhir karena prospek kebangkitan ekonomi dan pembatasan pasokan oleh produsen.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment