Dolar AS Melemah ditengah Data Inflasi China yang Mengecewakan

Indeks dolar AS pada Senin petang 10 Juli 2023 melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya, Setelah rilis payroll yang lemah, dan rilis data inflasi China yang mengecewakan berpotensi menekan yuan.

Indeks dolar AS terhadap beberapa mata uang utama lainnya melemah 0,11% ke 101,835. Sementara, Pair EUR/USD menguat 0,13% ke 1,0981. Pair GBP/USD turun 0,09% pada 1,2825. dan Pair USD/JPY melemah 0,34% menjadi $141,59.

Laporan ketenagakerjaan bulanan yang rilis hari Jumat pekan kemarin menunjukkan kenaikan pekerjaan AS terkecil dalam 2,5 tahun terakhir, Hal ini menimbulkan keraguan tentang seberapa tinggi The Fed perlu menaikkan suku bunga untuk memperlambat laju ekonomi yang cukup berdampak pada inflasi.

Adapun, Nonfarm payroll juga naik sebesar 209.000 di bulan Juni, tidak sesuai dengan ekspektasi analis untuk pertama kalinya dalam 15 bulan terakhir.

“Peristiwa risiko besar untuk dolar pekan ini adalah laporan inflasi bulan Juni pada hari Rabu, Kata analis di ING dalam sebuah catatan.

“Analis juga memperkirakan konsensus angka inti sebesar 0,3% mom, yang seharusnya terus memberikan berita menggembirakan soal disinflasi, Akan tetapi masih belum cukup untuk mengubah narasi The Fed atau meyakinkan pasar untuk menetapkan kenaikan pada bulan Juli.

Sementara itu, Rilis harga konsumen China turun sebesar 0,2% di bulan Juni, dan harga pabrik China turun dengan laju tercepat dalam tujuh setengah tahun di bulan Juni. Data tersebut menambah bukti bahwa negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia sedang berjuang untuk pulih dari dampak Covid. Ini memicu harapan atas langkah-langkah dukungan lebih lanjut dari pihak otoritas China.

Klik icon dibawah untuk Membagikan Tulisan ini

Leave a Comment